ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

PENGURUS BIRO AL-HUKUMIYAH LANBULAN.

  • Nur Holis

    Kepala MA Al-Mubarok

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Husni Mubarok

    Ketua Biro

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Moch. Khotib

    Kepala SMPI Miftahul Ulum

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

  • Sejarah Berdirinya Lanbulan dan Asal Mula Nama Lanbulan

    Sejarah Berdirinya Lanbulan dan Asal Mula Nama Lanbulan


    Lanbulan dahulu kala adalah kawasan pematangan sawah dan terletak dibawah bukit kecil dekat dengan sungai yang berlokasi disebelah selatan kampung Tenggetteng Kecamatan Tambelangan Sampang. Dan dikampung inilah KH. Muhammad Fathullah tinggal bersama istri dan mertuanya setelah beliau dijodohkan oleh ayahandanya KH. Fathullah dengan Ny. Dewi Fatimah (Hj. Zainab) yang masih saudara sepupunya sendiri yaitu putri paman beliau yang bernama KH. Khairuddin yang berasal dari Desa Taman yang mempersunting Ny. Bhuna (Hj Aminah)

    Dari kampung inilah akan dimulai sejarah berdirinya Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan. Dikala beliau tinggal di Tenggenteng beliau sudah mempunyai beberapa santri diantaranya bernama Sadiman (H. Thoyib) Jungkarang Jrengik, dia merupakan santri pertama beliau karena pada awal mondok di Duwe' Pote yang diasuh oleh KH. Damanhuri bin Jazuli, Sadiman bertemu dan berteman dengan KH. Muhammad Fathullah. Selang beberapa waktu, Sadiman berguru kepada beliau walaupun sama-sama nyantri di Pondok Duwe' Pote hingga akhirnya Sadiman Sangat senang dan setia kepada beliau karena saat beliau disuruh pulang ke Glagas oleh guru beliau untuk berkeluarga, Sadiman mengikuti beliau ke Glagas dan ke Tenggenteng hingga sampai ke Lanbulan.

    Di saat beliau pergi ke sungai melalui jalan tersebut beliau melihat persawahan yang berada disebelah timur jalan kemudian beliau melihat sebidang sawah yang beliau sukai dan sangat cocok untuk dijadikan tempat tinggal dan pekarangan. Sejak itulah beliau mempunyai keinginan untuk pindah dan bertempat tinggal di pemetangan sawah tersebut yang sangat dekat dengan sungai, dan sudah barang tentu akan memudahkan beliau untuk mendapatkan air dan memenuhi kebutuhan. Dan juga yang paling memotivasi beliau untuk menempati persawahan itu adalah beliau bermimpi: "Pada suatu malam beliau melihat pematangan sawah itu dijatuhi rembulan tanggal satu (bulan sabit), kemudian bulan itu bertambah besar dan membesar hingga manjadi bulan purnama yang sempurna yaitu tanggal 15". Setelah beliau bermimpi maka keinginan untuk menempati persawahan itu semakin besar karena menurut beliau mimpi itu merupakan petunjuk dari yang maha kuasa bahwa sebidang tanah tersebut mempunyai kelebihan tersendiri yang nantinya akan mempunyai prospek masa depan yang cerah dan akan menjadi sumber tempat bersejarah serta akan dikenang sepanjang masa. Kelak, itu semua akan menjadi kenyataan sebab dari sebidang sawah itu akan menjadi pesantren yang sangat besar yang menyinari dan menentramkan kawasan di sekitarnya.

    Hal itu cocok dengan apa yang diprediksikan oleh KH. Damanhuri Duwe' Pote sewaktu KH. Muhammad Fathullah nyantri di duwe' Pote beliau pernah di panggil oleh KH. Demanhuri dan berkata "Muhammad, ampon panjennengan la....paleman !  ngiring debunah kyai (KH. Fathullah). Insya Allah bingkeng areh eda'era sekitaran ka'disah bekal tondu' de' sampiyan kabbi, manabih sampeyan sabber. " (artinya : Muhammad, sudah cukup sampiyan menuntut ilmu, pulanglah ke Glagas dan turuti perintah ayahanda sampiyan. Insya Allah suatu saat nanti penduduk disekitar kawasan disana akan mengikuti sampiyan, kalau sampiyan sabar.) itulah yang dikatakan KH. Damanhuri. Setelah beliau mengetahui akan kelebihan tanah persawahan itu beliau bertanya kepada Pak Satoma (salah satu tetangga beliau) "Pak Satoma, sabe temor jelen ka'disah geduen-nah paserah ?" (artinya : Pak Satoma, sawah yang berada disebelah timur jalan ke sungai itu milik siapa ?). kemudian pak Satoma menjawab "Geduen-nah pak Soleh Kiaeh.....Nyamanah sabe Lanbulan." (artinya : Punya pak Soleh Kiai dan namanya Sawah Lanbulan). Setelah mendengar keterangan pak satoma tadi didalam batin beliau berbisik "Namanya sawah Lanbulan, berarti sangat cocok dengan apa yang aku alami didalam mimpi" akhirnya setelah mendapatkan keterangan lalu beliau menyampaikan gagasan dan keinginan ke mertua beliau KH. Nawawi dan Al-Hamdulillah KH. Nawawi beliau merespon positif keinginan menantunya dan pada akhirnya KH. Nawawi bermusyawarah dengan pak Satoma dan pak Soleh mengenai sawah Lanbulan tersebut, hingga akhirnya mencapai kesepakatan bahwa sawah Lanbulan yang dimiliki pak Soleh akan ditukar dengan sawahnya KH. Nawawi yang berada di Tenggenteng. Betapa  bahagianya KH. Muhammad Fathullah setelah mendengar kesepakatan itu.

    Tibalah hari yang bersejarah, tepatnya pada hari jum'at legi tanggal 08 Sya'ban 1371 H./02 Mei 1982 M. Beliau pindah dari Tenggenteng ke Lanbulan bersama istri dan mertuanya dan kelak nama Lanbulan akan dikenal menjadi nama pesantren yang cukup besar dimana pendiri pertama sekaligus merangkap pengasuh adalah KH. Muhammad bin Fathullah yang berasal dari Glagas Mambuluh Timur Tambelangan Sampang.

            Tanggal 08 Sya'ban 1371 H / 02 Mei 1952 M, merupakan moment yang sangat berarti dan bersejarah bagi perjalanan Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan, karena pada hari itu batu peletakan pertama di lakukan di persawahan Lanbulan untuk membangun dalem sekaligus pesantren yang akan di asuh oleh KH. Muhammad bin Fathullah, maka pada saat itu dimulailah pemindahan kediaman beliau yang ada di Tenggenteng ke Lanbulan serta merenovasi kerusakan yang ada. Pada saat pemindahan kediaman beliau masyarakat setempat dari enam kampung datang demi membantu pemindahan tersebut.

  • News!

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Sejarah Berdirinya Lanbulan dan Asal Mula Nama Lanbulan

    Lanbulan dahulu kala adalah kawasan pematangan sawah dan terletak dibawah bukit kecil dekat dengan sungai yang berlokasi disebelah selatan k...

    WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    BIRO AL-HUKUMIYAH LANBULAN

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.